
Bali, rtikbali.or.id, sibernalis.com – Dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber daya manusia sebagai pendamping masyarakat dalam literasi digital, Kominfo kembali mengadakan kegiatan melalui Pandu Digital dengan tema Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan Kota Denpasar. Kegiatan berlangsung pada tanggal 8 Juni 2023 pukul 08.00 WITA di Aula Sewaka Mahottama Lt. 3 GSD. Terdapat dua rangkaian acara dalam kegiatan kali ini, yaitu Seminar dan Workshop. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Sekolah serta para guru di wilayah Kota Denpasar.
Seminar dihadiri oleh satu orang Keynote Speech yaitu Bapak I G. N. Jaya Negara, S.E. (Wali Kota Denpasar) dan enam orang narasumber yaitu Bapak Bambang Tri Santoso (Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan Kominfo RI), Bapak Dr. IB Alit Adhi Merta, SSTP, M.Si. (Kepala Dinas Diskominfos Kota Denpasar), kemudian Bapak A. A. Putu Gede Astara, ST, (Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar), Bapak Fajar Eri Dianto (Ketua Umum Relawan TIK Indonesia), dan yang terakhir yaitu Ibu Indria Trisni Puspita (MAFINDO Koordinator Wilayah Bali). MC dan Moderator acara yaitu I Gusti Ayu Aura Gizella, S.Tr.Ds (MC Radio Publik Kota Denpasar) dan Ni Nyoman Pudak Sari, S.Kom, (Relawan TIK Provinsi Bali).
Pemaparan materi kegiatan dibagi menjadi empat, pertama berujul Cek Dulu Cek Faktanya yang membahas terkait keamanan bermedia digital agar terhindar dari berita palsu, peretasan akun dan lebih kritis serta logis dalam memanfaatkan media sosial. Materi kedua yaitu mengenai Strategi Pemerintah Membangun Literasi Digital terkait dengan bagaimana sinergi dan kolaborasi yang telah dijalankan, saluran apa saja yang digunakan untuk penyebarluasan informasi Kota Denpasar, serta sejauh mana capaian yang telah dituju. Selanjutnya pemaparan materi berjudul Netizen Produktif Makin Cakap Digital, membahas mengenai pentingnya Digital Skill, Digital Ethic, Digitsl Safety, serta Digital Culture sehingga mampu menjadi Netizen cakap dan produktif. Materi terakhir yaitu berjudul Urgensi Penerapan Literasi Digital di Lingkup Pendidikan Sekolah yang menjelaskan tentang komponen literasi digital, manfaat positif dan negatif serta cara-cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan literasi digital.
Sedangkan untuk acara workshop dihadiri oleh empat narasumber yaitu Bapak I Gede Putu Krisna Juliharta (Pandu Digital Madya), kemudian Ibu Hani Purnawanti (Relawan TIK Indonesia), Bapak I Wayan Adi Karnawa (Relawan TIK Provinsi Bali), dan Bapak I Gede Yokta Pradana (Guru Penggerak), dipandu oleh satu orang moderator yaitu Ibu Putri Anugrah Cahya Dewi (Relawan TIK Provinsi Bali). Materi pada rangkaian Workshop berjudul Budaya Bermedia Digital yang dibawakan oleh I Gede Yokta Pradana, S.Pd., M.Pd., beliau menjelaskan bahwa terdapat beberapa tantangan dalam budaya gigital serta ruang lingkup budaya bermedia digital yang meliputi budaya Pancasila, digitalisasi budaya, mencintai produk dalam negeri, dan hak-hak digital. Workshop diperuntukkan bagi para Kepala Sekolah yang telah hadir pada hari itu dan mendiskusikan permasalahan serta hambatan yang mereka hadapi selama ini dalam peningkatan literasi digital, kemudian bersama-sama dengan narasumber mencari solusi terbaik.
Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta terlihat antusias, fokus menyimak pemaparan materi dan aktif mengajukan pertanyaan terkait permasalahan nyata yang mereka temui di lapangan sehingga diskusi menjadi lebih hidup dan ramai. Pada akhir sesi kegiatan, peserta seminar dan workshop dapat sekaligus mendaftar sebagai anggota Pandu Digital melalui beberapa tahapan yaitu mengikuti seminar, mengerjakan post test seminar, mengikuti workshop, mengerjakan post test workshop. Apabila nilai yang diperoleh peserta berhasil melampaui nilai rata-rata, maka peserta akan memperoleh sertifikat dan berhasil bergabung menjadi anggota Pandu Digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan ke depannya dapat meningkatkan angka masyarakat yang telah terliterasi digital di daerah Denpasar, Bali.
Sumber : rtikbali